Seperti yang sudah kita bicarakan sebelumnya bahwa ada banyak jenis
Resistor yang tersedia dan dapat digunakan dalam rakaian listrik dan
rangkaian elektronik untuk mengontrol aliran arus atau tegangan dengan
berbagai berbagai cara. Namun, untuk melakukan hal ini diperlukan
Resistor yang berbagai ukruan nilainya dari yang bernilai satu Ohm (Ω)
hingga jutaan Ohms. Jelas, ini akan menjadi tidak praktis , jika setiap
Resistor yang ada diberi label pada setiap permukaannya dengan
mencantumkan nilainya misalnya, 1Ω, 2Ωs, 3Ωs, etc 4Ωs karena ratusan
ribu, bahkan jutaan resistor. Maka oleh sebab itu, pencantuman nilai
resistansi pada sebuah resistor lebih disukai dengan cara memberi cincin
warna yang melingkari phisik resistor itu sendiri. Adapun nilai
resistansi, toleransi, dan nilai watt resistor umumnya dicetak di atas
tubuh resistor sebagai angka atau huruf jika resistor cukup besar untuk
di cetak, seperti seperti halnya pada resistor yang berukuran besar.
Ketika Resistor 1/4W kecil seperti Karbon dan Film jenis, spesifikasi
ini harus ditunjukkan dalam beberapa cara lain karena tulisan akan
terlalu kecil untuk dibaca. Pemberian cincicn warna sebagai representasi
nilai sebuah resistor umumnya dikenal sebagai Resistor Colour Code.
Kesepakatan internasional untu kode warna resistor sudah dikembangkan
bertahun-tahun yang lalu sebagai cara yang mudah dan cepat untuk
mengidentifikasi sebuah nilai resistor. Terdiri dari cincin berwarna
(dalam urutan spektral) yang artinya diilustrasikan di bawah ini:
Gambar Kode warna !
jika kalian sudah hafal cade ini kalian akan bisa menghitungnya !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar