Rabu, 21 November 2012

Pengertian Kondensator



Kondensator atau sering disebut sebagai kapasitor adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi di dalam medan listrik, dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik. Kondensator memiliki satuan yang disebut Farad dari nama Michael Faraday. Kondensator juga dikenal sebagai "kapasitor", namun kata "kondensator" masih dipakai hingga saat ini. Pertama disebut oleh Alessandro Volta seorang ilmuwan Italia pada tahun 1782 (dari bahasa Itali condensatore), berkenaan dengan kemampuan alat untuk menyimpan suatu muatan listrik yang tinggi dibanding komponen lainnya. Kebanyakan bahasa dan negara yang tidak menggunakan bahasa Inggris masih mengacu pada perkataan bahasa Italia "condensatore", bahasa Perancis condensateur, Indonesia dan Jerman Kondensator atau Spanyol Condensador.
  • Kondensator diidentikkan mempunyai dua kaki dan dua kutub yaitu positif dan negatif serta memiliki cairan elektrolit dan biasanya berbentuk tabung.
Polarized kondensator symbol 3.jpg Lambang kondensator (mempunyai kutub) pada skema elektronika.
  • Sedangkan jenis yang satunya lagi kebanyakan nilai kapasitasnya lebih rendah, tidak mempunyai kutub positif atau negatif pada kakinya, kebanyakan berbentuk bulat pipih berwarna coklat, merah, hijau dan lainnya seperti tablet atau kancing baju.
Capacitor symbol.jpg Lambang kapasitor (tidak mempunyai kutub) pada skema elektronika.

Namun kebiasaan dan kondisi serta artikulasi bahasa setiap negara tergantung pada masyarakat yang lebih sering menyebutkannya. Kini kebiasaan orang tersebut hanya menyebutkan salah satu nama yang paling dominan digunakan atau lebih sering didengar. Pada masa kini, kondensator sering disebut kapasitor (capacitor) ataupun sebaliknya yang pada ilmu elektronika disingkat dengan huruf (C).

Cara Menghitung Resistor menggunakan code warna

Seperti yang sudah kita bicarakan sebelumnya bahwa ada banyak jenis Resistor yang tersedia dan dapat digunakan dalam rakaian listrik dan rangkaian elektronik untuk mengontrol aliran arus atau tegangan dengan berbagai berbagai cara. Namun, untuk melakukan hal ini diperlukan Resistor yang berbagai ukruan nilainya dari yang bernilai satu Ohm (Ω) hingga jutaan Ohms. Jelas, ini akan menjadi tidak praktis , jika setiap Resistor yang ada diberi label pada setiap permukaannya dengan mencantumkan nilainya misalnya, 1Ω, 2Ωs, 3Ωs, etc 4Ωs karena ratusan ribu, bahkan jutaan resistor. Maka oleh sebab itu, pencantuman nilai resistansi pada sebuah resistor lebih disukai dengan cara memberi cincin warna yang melingkari phisik resistor itu sendiri. Adapun nilai resistansi, toleransi, dan nilai watt resistor umumnya dicetak di atas tubuh resistor sebagai angka atau huruf jika resistor cukup besar untuk di cetak, seperti seperti halnya pada resistor yang berukuran besar. Ketika Resistor 1/4W kecil seperti Karbon dan Film jenis, spesifikasi ini harus ditunjukkan dalam beberapa cara lain karena tulisan akan terlalu kecil untuk dibaca. Pemberian cincicn warna sebagai representasi nilai sebuah resistor umumnya dikenal sebagai Resistor Colour Code. Kesepakatan internasional untu kode warna resistor sudah dikembangkan bertahun-tahun yang lalu sebagai cara yang mudah dan cepat untuk mengidentifikasi sebuah nilai resistor. Terdiri dari cincin berwarna (dalam urutan spektral) yang artinya diilustrasikan di bawah ini:

Gambar Kode warna !
 jika kalian sudah hafal cade ini kalian akan bisa menghitungnya !

Rumus Hukum Ohm Dalam Dasar Elekronika

Kali ini saya akan Memberikan salah satu tehnik dasar atau dasar dasar dari elektrinika,
Hukum Ohm adalah suatu pernyataan bahwa besar arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar selalu berbanding lurus dengan beda potensial yang diterapkan kepadanya. Sebuah benda penghantar dikatakan mematuhi hukum Ohm apabila nilai resistansinya tidak bergantung terhadap besar dan polaritas beda potensial yang dikenakan kepadanya. Walaupun pernyataan ini tidak selalu berlaku untuk semua jenis penghantar, namun istilah "hukum" tetap digunakan dengan alasan sejarah

Rumus hukum Ohm
V = I . R
I = V / R
R = V / I

Keteranagan :
V= tegangan, satuan Volt ( V )
I= arus, satuan Ampere ( A )
R= Hambatan, satuan Ohm ( Ω )

itulah salah satu dasar dari elektronika !

Senin, 12 November 2012

Conto Alat Alat Yang di butuhkan Dalam Praktek Elektronika / Toolsheet AV


        Untuk bekerja dibidang elektronika, baik merakit maupun memperbaiki. Kita memerlukan alat bantu untuk bekerja disamping komponen-komponen elektronika. Alat-alat bantu tersebut berupa alat-alat tangan maupun alat-alat listrik.

A.    ALAT-ALAT TANGAN
     Alat-alat tangan terdiri dari beberapa macam bentuk dan fungsinya juga berbeda-beda menurut kebutuhan antara lain:
1.     OBENG
Menurut bentuk dan fungsinya ada 2 macam:
a.     Obeng Min(-)
Berbentuk pipih dipergunakan untuk memutar sekup, beralur min.
    
b.     Obeng plus(+)
Dipergunakan untuk memutar sekrup beralur plus.

2.     TANG
Tangmenurut bentuknya ada beberapa macam dan fungsinya berbada-bada.
a.     Tang pengupas
Berfungsi untuk mengupas isolasi kawat atau kabel.


b.     Tang pengupas
Dipergunakan untuk memotong kawat atau kaki-kaki komponen.

 
c.      Tang lancip
dipergunakan untuk menjepit benda-benda kecil atau kaki komponen yang akan disolder atau dipergunakan untuk meluruskan kaki-kaki komponen.

 d.     Tang kombinasi
Dipergunakan untuk segala keperluan.

3.     PALU
Palu dipergunakaan untuk menggiling ,memukul palu dll.

1.     GERGAJI BESI
Dipergunakan untuk memotong beda-benda plat atau seng dan aluminium.

2.     GUNTING PLAT
Dipergunakan untuk munggunting atau memotong plat atau seng dan aluminium.

3.     MISTAR BAJA
Terbuat dari logom stainles stell dan mempunyai ukuran dalam mm dan inchi, dipergunakan sebagai penggaris atau atau untuk memeriksa rata dan tidaknya suatu benda.

4.     GARIS PENYIKU
Alat ini dipergunakan untuk mungkur benda dalam keadaan siku-siku(90°).

5.     KIKIR
Kikir dapat dapat dibedakan menurut bentuknya yaitu:
a.     Kikir kasar
b.     Kikir halus
Berdasarkan penampangya kiki dapat dibagi manjadi beberapa macam yaitu:
1.     Kikir persegi empat              
2.     Kikir setengah bulat        
3.     Kikir bulat                    
4.     Kikir bujur sangkar      
5.     Kikir segituga                  
                                               
6.     BOR
Bor dipergunakan untuk membuat lubang dari kayu maupun logam.
•Menurut jenisya ada 2 macam, yaitu:
1.     Bor tangan

2.     Bor listrik

7.     RAGUN (CATOK)
Ragun dipergunakan untuk menjepit atau memegang benda yang akan dikerjakan, agar mudah untuk mengerjakannya.  

8.     PINSET
Dipergunakan untuk menjepit suatu benda yang kecil, atau untuk menjepit kaki komponen yang akan disoleder agar panasnya berkurang.


9.     PENGGORES
Dipergunakan untuk meberi tanda, atau garis pada benda yang akan dikerjakan.
 

10.                        REANER
Dipergunakan untuk membesarkan lubang sesuai dengan ukuran yang diperukan.

A.    ALAT-ALAT LISTRIK
Alat-alat listrik adalah alat perkasa yang dipergunakan untuk bekerja dengan bantuan tenaga listrik. Menutut fungsinya alat-alat listrik ada beberapa macam antara lain:  
1.     TES PEN

Alat ini dipergunakan untuk melihat adanya sumber tegangan. Tes pen akan menyala bila ada sunber arus dan tidak menyala bila tidak ada sumber arus.
Cara kerja tes pen:
A.    Bagian atas tes pen listrik yang berlubang untuk tempat menempelkan ibu jari atau telunjuk.
B.     Ujungpen tes


2.     Multimeter/ AVO Meter/ Multi Tester
AVO Meter merupakan suatu alat ukur yang serba guna, sesuai dengan namanya yaitu AVO Meter karena merupakan gabungan dari tiga alat ukur dijadikan satu yaitu :
A = Singkatan dari Ampere Meter, untuk mengukur kuat arus listrik
V = Singkatan dari Volt Meter, untuk mengukur tegangan listrik
O = Singkatan dari Ohm Meter, untuk mengukur hambatan listrik
Selain untuk mengukur tiga besaran diatas, AVO Meter/ Multi Meter/ Multi Tester dapat juga dipergunakan untuk mengetahui baik dan buruknya komponen-komponen elektronika. Dalam keadaan terbuka (belum dipasang pada rangkaian) maupun sudah dipasang pada rangkaian elektronika.
Macam-macam AVO Meter
AVO Meter yang di jual di pasaran elektronika ada beberapa merk tertentu mulai dari merk biasa, standar, hingga kualitas terbaik. Untuk AVO Meter standar adalah merk Sanwa, dengan type :
·        SP -10-D
·        SP -15-D
·        AX -303 TR
·        YX -360 TRE
·        YX -360 TRS
·        CX -505 II
·        CX -506

3.     BOR LISTRIK
Bor dipergunakan untuk membuat lubang dari kayu maupun logam.
         


Sabtu, 10 November 2012

BAGIAN-BAGIAN POLY STATION/POLY COM/NITENDO

TUJUAN
Setelah selesai praktek diharapkan siswa dapat :
1.     Menyebutkan bagian-bagian Poly station/Poly Com/Nitendo
2.     Menjelaskan fungsi bagian-bagian Poly station/Poly Com/Nitendo
3.     Menyebutkan fungsi tombol-tombol pada stick Poly station/Poly Com/Nitendo untuk 3 permainan/game yang berbeda.

  1. ALAT/PESAWAT
1.     Nitendo/Poly com
a.     Poly com/Nitendo
b.     Stick & Gun Stick
c.     Kabel RCA/Antena
d.     Adaptor/Power Supply
2.     Monitor/Televisi dengan AV in/Televisi dengan Tunner

  1. PERALATAN
1.     Hand tool
2.    AVO Meter

  1. GAMBAR KERJA/SKEMA




























































  1. LANGKAH KERJA
1.     Hubungkan kabel audio/video ke belakang/depan TV yang bertanda Audio/Video in” dan ujung lainnya ke “Audio/Video Out” dari unit poly station yang ada. 
2.     Colokkan satu atau dua kabel stick atau gunstick pada “1/2” pada poly station.
3.     Colokkan kabel adaptor ke “DC” pada unit poly station.
4.     Colokkan kabel AC dari Televisi dan tekan saklar pada posisi “ON”.
5.     Pindahkan mode televisi pada “AV”.
6.     Mainkan satu permaian yang ada pada polystation, coba dan sebutkan masing-masing fungsi tombol pada stick.
7.     Ulangi langkah 6 untuyk 2 permainan yang berbeda.

  1. KESELAMATAN KERJA
1.     Hati-hati dengan Kejutan listrik dan kabel yang dihunungkan listrik.
2.     Baca dan perhatikan buku manual poly com, jangan diabaikan peringatan-peringatan yang ada.